Susun plot menjadi storyboard manga yang mudah dibaca
Plot menjelaskan kejadian; storyboard menentukan kapan penonton melihat informasi. Gunakan panel sebagai unit perencanaan untuk cerita animasi.
Tim editorial MakiVue · Diperbarui
Mulai berkaryaSatu fungsi cerita untuk setiap panel
Catat tujuan tokoh, informasi baru, dan reaksinya. Berikan satu tugas utama pada tiap panel sebelum menulis prompt gambar. Pilih gaya proyek, lalu siapkan referensi karakter dan lokasi.
Contoh tertulis: penemuan di atap
Objek perlu dikenalkan sebelum reaksi agar penemuan terbaca. Urutan ini merencanakan gambar dan shot, bukan menjanjikan ekspor halaman manga siap cetak.
1. Shot lebar: kurir berjaket kuning tiba di atap basah. 2. Detail: radio berkedip dekat genangan. 3. Shot sedang: ia mengambil radio. 4. Close-up: gantungan kunci kakaknya terlihat pada radio. 5. Reaksi: ia menoleh ke tangga.
- Kenalkan lokasi sebelum detail.
- Jaga arah pandangan dan posisi objek.
- Sesuaikan dialog dengan durasi shot.
Bandingkan panel sebelum diberi gerak
Pertahankan jaket, rambut, dan palet yang sama. Periksa posisi tangga dan radio di seluruh gambar. Perbaiki pose atau aksesori yang berubah sebelum video, lalu tentukan gerak dan durasi sesuai kemampuan model.
Pertanyaan tentang alur ini
Apakah plot cukup untuk membuat storyboard?
Plot adalah bahan awal. Uraikan menjadi aksi, informasi baru, dan reaksi, lalu tentukan komposisi, karakter, dan tempat untuk setiap shot.
Apakah alur ini mengekspor manga siap cetak?
Alur ini menyiapkan panel dan gambar storyboard untuk produksi video. Tidak ada janji tata letak atau ekspor manga cetak melalui panduan ini.
Haruskah setiap panel menjadi satu klip?
Tidak. Panel membantu merancang informasi. Gabungkan atau pisahkan shot sesuai aksi, lalu ikuti durasi dan referensi yang didukung model video.
Lanjutkan produksi
Akun baru menerima 1.000 kredit pendaftaran. Generasi memakai kredit sesuai model dan penggunaan aktual; bonus ini tidak menjamin video atau serial lengkap.